Prasasty Forum Indonesia

Prasasty Forum Indonesia Download Mp3, Download Game, Download Movie, dll


    Puter Kayun, Tradisi Mengingat Jasa Pendahulu Boyolangu

    Share
    avatar
    Admin
    Admin

    Jumlah posting : 77
    Join date : 06.09.11

    Puter Kayun, Tradisi Mengingat Jasa Pendahulu Boyolangu

    Post  Admin on Sat Sep 10, 2011 10:00 pm

    Ribuan warga Kelurahan Boyolangu, Banyuwangi Jumat (9/9) menggelar tradisi Puter Kayun. Mereka bepergian bersama-sama menuju Pantai Wisata Watu Dodol. Untuk
    menuju pantai yang berjarak sekitar 15 kilometer, warga memakai delman
    atau dokar. Karena jumlah dokar semakin berkurang, sebagian besar warga
    akhirnya menggunakan sepeda motor dan kendaraan roda empat.
    Iring-iringan tradisi Puter Kayun diberangkatkan oleh Wakil Bupati Yusuf
    Widyatmoko sekitar pukul 14.00 WIB.

    Dalam sambutannya Wakil Bupati Yusuf
    Widiatmoko mengharapkan acara dapat memebrikan pelajaran pada masyarakat
    saat ini untuk terus berjuang mempertahankan banyuwangi dan
    melestarikan budaya, " banyuwangi yang kita tempati saat ini bukan
    hadiah dari penjajah, namun hasil perjuangan para pendahulu kita, untuk
    itu kita harus menjaganya " tegasnya.


    Sementara
    itu, ketua Panitia Tradisi Puter Kayun, Samsul Hadi, mengatakan tradisi
    yang dilaksanakan turun-temurun itu sebagai wujud ucapan syukur warga
    karena dapat merayakan Lebaran. Samsul menambahkan warga dapat melakukan
    napak tilas pembukaan jalan dari Desa Boyolangu ke Watu Dodol yang dulu
    dilakukan Buyut Jakso, seseorang yang pertama kali membuka kampung.
    "Dulu, Buyut Jakso membuat jalan dari Boyolangu ke Watu Dodol," kata
    Samsul.

    Sebelum
    ada kendaraan, perjalanan menuju pantai dengan menggunakan dokar.
    Menurut Ketua Paguyuban Dokar Boyolangu, Rugito, dulunya sebagian warga
    bekerja sebagai penarik dokar. "Tapi sekarang tersisa 13 dokar saja,"
    kata Rugito.

    Ketika
    sampai di pantai, acara dilanjutkan dengan memotong tumpeng. Sebagian
    tokoh adat kemudian menaburkan bunga berbagai rupa ke laut untuk
    menghormati para pendahulu mereka yang meninggal saat pembuatan jalan.
    Tradisi tersebut ternyata juga menjadi ajang berlibur dan bersilaturahmi
    bagi mereka yang tak sempat bertemu selama Lebaran.(Humas)

      Waktu sekarang Thu Nov 23, 2017 4:50 am