Prasasty Forum Indonesia

Prasasty Forum Indonesia Download Mp3, Download Game, Download Movie, dll


    Eksplorasi Emas Banyuwangi, Konspirasi Elit Politik (1)

    Share
    avatar
    Admin
    Admin

    Jumlah posting : 77
    Join date : 06.09.11

    Eksplorasi Emas Banyuwangi, Konspirasi Elit Politik (1)

    Post  Admin on Sun Sep 11, 2011 8:13 pm

    [You must be registered and logged in to see this link.]dok.INTELIJEN

    INTELIJEN.co.id - Artikel-artikel terkait
    sumber daya alam (tambang emas) di Banyuwangi, Jawa Timur ini merupakan
    hasil liputan Tim INTELIJEN yang dimuat dalam Tabloid INTELIJEN Nomer
    9/Tahun V/Juni 2008. Ada kabar waktu itu, bahwa di kabupaten yang
    terletak di ujung timur Pulau Jawa tersebut, menyimpan potensi tambang
    emas yang besar, yakni di Gunung Tumpang Pitu, dekat Pantai Selatan
    Banyuwangi. Menariknya, masyarakat sekitar tidak banyak yang mengetahui,
    bahkan daerah itu dipenuhi dengan cerita mistik yang secara tidak
    langsung semakin menjauhkan masyarakat dengan rencana kepentingan
    pihak-pihak tertentu yang berniat mengeksplorasinya. Kepiawaian PT IMN
    melakukan lobi kepada pemeintah daerah, memunculkan tanda tanya besar.
    Adakah kekuatan asing di balik rencana penguasaan SDA Tumpang Pitu?
    Benarkah Newmont Gold Company (NGC), Denver, Amerika Serikat, di balik
    itu?
    Artikel-artikel selengkapnya akan dimuat secara bersambung untuk INTELIJEN.co.id.


    “Saya tidak tau masalah tambang emas Tumpang Pitu. Saya juga tidak
    tahu menahu adanya pro kontra masyarakat terkait penambangan. Siapa yang
    ikut, saya juga tidak tau,” dengan pandangan penuh selidik, tokoh
    masyarakat Pulau Merah itu menolak berkomentar.

    Padahal, menurut
    informasi yang disampaikan penduduk Pulau Merah, tokoh masyarakat itulah
    yang menggalang dukungan masyarakat agar mendukung rencana eksploitasi
    emas di hutan lindung Gunung Tumpang Pitu.

    Memang, situasi
    kampung nelayan Pulau Merah, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran,
    Banyuwangi, itu diliputi ketegangan. Pro-kontra bahkan konflik muncul di
    tengah masyarakat mengiringi rencana eksploitasi PT Indo Multi Niaga
    (PT IMN) di Gunung Tumpang Pitu dan Pulau Merah.

    Mudasar, tokoh
    masyarakat Pancer, Sumberagung, kepada INTELIJEN mengungkapkan, banyak
    pihak yang memanfaatkan konflik masyarakat untuk kepentingan tambang
    emas Tumpang Pitu.

    Menurut Kepala Dusun Pancer itu, pihaknya
    sempat menangkap pihak yang melakukan pemalsuan tandatangan untuk
    menerima tambang emas. “Dulu orang itu menolak pertambangan. Tetapi
    ternyata di belakang menggalang tandatangan mendukung eksploitasi PT
    IMN” tegas Mudasar.

    Kekuatan besar memang tengah memainkan
    skenario penguasaan hutan lindung yang konon memiliki kandungan bijih
    emas jauh lebih besar dibanding tambang emas di Sumbawa, NTT itu.

    Berdasarkan
    paparan PT IMN, jumlah cadangan bijih emas Tumpang Pitu mencapai
    sekitar 9.600 ribu ton dengan kadar emas rata-rata mencapai 2,39 ton.
    Sedangkan jumlah logam emas sekitar 700 ribu ton. Penambangan dengan
    metode “tambang dalam” (underground mining) itu akan memproduksi emas
    mencapai 1,577 ton pertahun. Total investasi awal yang disiapkan PT IMN
    mencapai US$ 4,3 juta

    Dikhawatirkan, hutan lindung yang dari
    kejauhan tampak seperti jejeran gunung dengan tujuh puncak itu akan
    dijadikan lahan baru untuk mendulang rupiah, dengan mengesampingkan
    banyak aspek utamanya sosial dan lingkungan.

    Nuansa konspirasi
    pun menyelimuti elit di Banyuwangi. Pemkab Banyuwangi sendiri selalu
    gembar-gembor bahwa cadangan emas Tumpang Pitu akan mampu menyumbang
    10-20 persen PAD Kabupaten Banyuwangi.

    Bupati Banyuwangi, Ratna
    Ani Lestari juga tetap ngotot mendukung penambangan emas di Gunung
    Tumpang Pitu. Istri Bupati Jembrana Gde Winasa itu berdalih, penambangan
    emas berdampak positif bagi masyarakat Banyuwangi.

    Sikap Ratna
    memunculkan kecurigaan. Mengingat, PT IMN akan membuang tailing ke laut
    di sekitar Pulau Merah. Jika proyek itu terealisasi, pantai Pancer,
    Puger, Grajagan dan Rejegwesi akan tercemar.

    Tak hanya itu, hutan
    lindung Gunung Tumpang Pitu yang merupakan kawasan potensi air bawah
    tanah mencapai 30 liter per detik, akan segera beralih fungsi. Proyek
    itu juga akan mengancam keberadaan Taman Nasional Meru Betiri (TNBM)
    yang hanya berjarak 27 kilometer dari Tumpang Pitu.

    Setali tiga
    uang, Gubernur Jawa Timur, Imam Utomo juga merekomendasikan eksplorasi
    PT IMN di Tumpang Pitu dengan menandatangani surat nomor
    522/7150/021/2007. Tentu saja keputusan Imam Utomo ini bertentangan
    dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRWP) Jawa Timur 2002. Di mana
    terlihat bahwa Gunung Tumpang Pitu merupakan kawasan lindung mutlak
    dengan kategori hutan lindung.

    Ironisnya, Menteri Kehutanan M.S.
    Kaban juga mengijinkan PT IMN mengeksplorasi bijih emas Tumpang Pitu
    untuk jangka waktu dua tahun, terhitung sejak 27 Juli 2007. Melalui
    surat bernomor S.406/MENHUT-VII/PW/2007, PT IMN diijinkan melakukan
    eksplorasi di kawasan hutan produksi tetap (HP) dan hutan lindung (HL)
    seluas 1.987,80 ha di Banyuwangi.

      Waktu sekarang Thu Nov 23, 2017 4:46 am